Apa Saja Tugas kemudian Wewenang KSAD, Begini Penjelasannya
JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat atau KSAD merupakan salah satu jabatan tinggi di dalam lingkungan TNI AD. Jabatan ini diemban Perwira Tinggi (Pati) berpangkat Jenderal TNI.
Dalam sejarahnya, KSAD pertama kali dibentuk ketika Muhammad Hatta menjabat Pertama Menteri lalu melanjutkan acara Reorganisasi dan juga Rasionalisasi (ReRa) Tentara Nasional Indonesia.
Sebagai Pertama Menteri sekaligus Menteri Pertahanan, Hatta menunjuk Djatikusumo sebagai KSAD berdasarkan Penetapan Presiden No 14 Tahun 1948 pada 14 Mei 1948.
Sebutan pimpinan Angkatan Darat mengalami beberapa kali pembaharuan sejak tahun 1962. Pada 6 Maret 1962 sebutan Kepala Staf Angkatan Darat diubah menjadi Menteri/Kepala Staf Angkatan Darat yang digunakan ketika itu dijabat Jenderal AH Nasution.
Pada 30 Januari 1963 sebutan pimpinan Angkatan Darat diubah lagi menjadi Menteri/Panglima Angkatan Darat atau disingkat Menpangad yang mana ketika itu dijabat Letnan Jenderal Ahmad Yani.
Hingga akhirnya, sebutan Kepala Staf Angkatan Darat atau disingkat KSAD kembali digunakan pada 4 Oktober 1969 pada waktu dijabat Jenderal Maraden Panggabean.
Tugas juga Wewenang KSAD
Tugas KSAD telah dilakukan diatur pada Pasal 16 Undang-Undang No 34 Tahun 2004, berikut ini beberapa tugas dan juga wewenangnya.
– Memimpin Angkatan di pembinaan kekuatan dan juga kesiapan operasional Angkatan.
– Membantu Panglima TNI pada menyusun kebijakan tentang pengembangan postur, doktrin, strategi, juga operasi militer sesuai dengan matra masing-masing.
– Membantu Panglima TNI di pemanfaatan komponen pertahanan negara sesuai dengan permintaan Angkatan.
– Melaksanakan tugas lain sesuai dengan matra masing-masing yang mana diberikan Panglima TNI.
Sedangkan untuk wewenangnya pada struktur organisasi TNI, kedudukan KSAD berada tepat di tempat bawah Panglima TNI kemudian setara dengan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) kemudian Kepala Staf Angkatan Udara Bebas (KSAU).

