5 Alasan Turki bisa saja Jadi Pemimpin NATO jikalau Negeri Paman Sam Keluar
ANKARA – North Atlantic Treaty Organization (NATO) adalah aliansi pertahanan yang tersebut selama ini dipimpin Amerika Serikat (AS) sebagai anggota terkuatnya.
Namun, apabila Negeri Paman Sam memutuskan untuk mengundurkan diri dari dari NATO, akan ada kekosongan kepemimpinan yang tersebut harus diisi oleh negara anggota lainnya.
Salah satu kandidat kuat yang dimaksud bisa saja mengambil peran yang disebutkan adalah Turki. Dengan sikap geografis strategis, kekuatan militer yang tersebut signifikan, juga pengaruh geopolitiknya, Turki memiliki beberapa faktor yang dimaksud menyokong potensinya sebagai pemimpin baru NATO.
1. Letak Geografis Strategis
Turki memiliki sikap geografis yang mana sangat strategis, menghubungkan Eropa kemudian Asia juga mempunyai akses ke Laut Mediterania, Laut Hitam, serta Timur Tengah.
Beberapa alasan mengapa letak geografis Turki penting bagi NATO antara lain:
Kontrol menghadapi Selat Bosporus serta Dardanelles, yang tersebut menjadi jalur penting bagi pergerakan kapal-kapal militer juga perdagangan antara Eropa juga Asia.
Kedekatan dengan Timur Tengah, yang mana kerap menjadi pusat konflik global. NATO memerlukan pijakan kuat di area kawasan ini untuk mengamankan kepentingannya.
Dekat dengan Rusia, memungkinkan NATO untuk terus memantau pergerakan Rusia kemudian mempertahankan keseimbangan kekuatan di tempat wilayah tersebut.
2. Kekuatan Militer yang digunakan Signifikan
Turki mempunyai salah satu militer terbesar di area NATO setelahnya AS. Dengan lebih besar dari 350.000 personel aktif, Turki memainkan peran penting di operasi lalu strategi aliansi.
Beberapa keunggulan militer Turki antara lain:

