Ada Waktu Terlarang! Cek Jadwal Lontar Jumrah Khusus Jemaah Indonesi
Daftar Isi
- 10 Zulhijah 1445 H
- 11 Zulhijjah 1445 H
- 12 Zulhijjah 1445 H
- 13 Zulhijjah 1445 H
- Hukum Lontar Jumrah
Jakarta – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi merilis jadwal lontar jumrah Aqabah lalu Hari Tasyriq bagi jemaah haji Indonesia. Yang diharapkan dapat memberikan pelindungan untuk jemaah dan juga kelancaran pergerakan ketika lontar jumrah.
Menurut Ketua PPIH Arab Saudi Nasrullah Jasam, jadwal lontar disusun sebagai pedoman bagi jemaah di menjalani salah satu rangkaian tahapan puncak ibadah haji ke Arafah, Muzdalifah, serta Mina.
Jadwal tersebut, ujarnya, didasarkan pada surat pengumuman dari Kementerian Haji dan juga Umrah Arab Saudi.
Karena itu, jemaah haji diminta mematuhi jadwal yang tersebut sudah pernah ditetapkan. Termasuk, mengelak waktu-waktu yang mana sudah dilarang.
Menurut Nasrullah, waktu larangan bagi jemaah haji Indonesia untuk melontar jumrah adalah jam 04.30 – 10.00 Waktu Arab Saudi.
“Jamarat pada 10 Zulhijjah pukul 04.30 – 10.00 biasanya sangat padat. Jemaah Haji Tanah Air diminta terus berada pada tenda Mina masing-masing pada rentang waktu ini,” Nasrullah di informasi di portal resmi Kementerian Agama, dikutipkan Hari Senin (17/6/2024).
“Kami harap jadwal ini dipatuhi seluruh jemaah haji Negara Indonesia demi kelancaran pergerakan Jemaah Haji,” tegasnya menambahkan.
Berikut Jadwal Lontar Jumrah Aqabah juga Tasyriq 1445 H/2024 M Jemaah Haji Negara Indonesia (waktu Arab Saudi):
10 Zulhijah 1445 H
1. Jam 00.00 – 04.30
2. Jam 04.30 – 10.00 (waktu larangan)
3. Jam 10.00 (10 Zulhijjah) – 00.00 (11 Zulhijjah)
11 Zulhijjah 1445 H
1. Jam 05.00 – 11.00
2. Jam 11.00 – 17.00
3. Jam 17.00 (11 Zulhijjah) – 00.00 (12 Zulhijjah)
12 Zulhijjah 1445 H
1. Jam 00.00 – 05.00
2. Jam 05.00 – 10.30
3. Jam 14.00 – 18.00
4. Jam 18.00 (12 Zulhijjah) – 00.00 (13 Zulhijjah)
13 Zulhijjah 1445 H
1. Jam 00.00 – 05.00
2. Jam 05.00 – 17.00.
Hukum Lontar Jumrah
Anggota Dunia Pers Center Kementerian Agama Widi Dwinanda menjelaskan, melontar jumrah adalah wajib.
“Setelah beristirahat cukup dalam tenda Mina, jemaah melontar jumrah Aqabah dengan 7 kerikil. Lalu dilanjutkan dengan bercukur atau Tahallul Awal. Bagi laki-laki diutamakan mencukur gundul, sedangkan wanita cukup memotong rambutnya sepanjang ruas jari. Setelah tahap ini, jemaah dapat lepas ihram serta diperbolehkan memakai pakaian biasa,” terang Widi di informasi resmi.
Dia menambahkan, melontar jumrah adalah melontar batu kerikil ke arah jumrah Ula, Wustha dan juga Aqabah dengan niat mengenai objek jumrah (marma) kemudian kerikil masuk ke pada lubang marma. Melontar jumrah dikerjakan pada hari Nahar kemudian hari Tasyrik.
“Hukum melontar jumrah adalah wajib. Bila seseorang tak melaksanakannya dikenakan dam atau fidyah. Bagi jemaah yang berhalangan, melontar jumrah dapat dibadalkan oleh pendatang lain,” jelasnya.
“Melontar jumrah harus sesuai dengan urutan yang mana benar, yaitu mulai jumrah Ula, Wustha lalu Aqabah. Lontar jumrah dilaksanakan satu per satu kerikil. Melontar dengan tujuh kerikil sekaligus dihitung satu lontaran. Pastikan kerikil mengenai marma dan juga masuk lubang” kata Widi.
Next Article Ini Jadwal Perjalanan Haji 2024, Kloter 1 Berangkat 12 Mei
Artikel ini disadur dari Ada Waktu Terlarang! Cek Jadwal Lontar Jumrah Khusus Jemaah Indonesia

