Anak Usaha Grup Astra Agro Lestari Bantu Budidaya Sereh Wangi Suku Anak Dalam
JAKARTA – Guna membantu Suku Anak Dalam yang mana sudah meninggalkan dari hutan serta mulai melakukan budidaya, anak perniagaan Grup Astra Agro Lestari , PT Sari Aditya Loka (SAL) menyediakan Agriculture Learning Centre (ALC) untuk memberikan pengetahuan mengenai budidaya.
Asisten CSR PT SAL Slamet Riyadi menjelaskan, acara budidaya yang mana melibatkan warga SAD kemudian UMKM di area sekitar kebun adalah implementasi yang tersebut sesuai dengan prinsip Sustainable Development Goals nomor 1, yakni mengakhiri kemiskinan lalu nomor 8 yakni meningkatkan peningkatan kegiatan ekonomi yang mana inklusif lalu berkelanjutan dan juga pekerjaan yang layak untuk semua.
“Dengan terciptanya peningkatan yang digunakan lebih banyak baik maka dapat menjadi satu kunci terciptanya kesejahteraan warga yang mana tambahan utuh kemudian berkelanjutan. Proyek ini juga sejalan dengan Astra 2030 Sustainability Aspirations melalui acara Public Contribution,” jelasnya pada siaran pers yang tersebut diterima, Rabu (20/11/2024).
Kelompok Suku Anak Dalam yang tersebut dikepalai Tumenggung Grip merupakan salah satu komunitas dalam Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) yang digunakan telah dilakukan memanfaatkan Agriculture Learning Centre yang mana dinamai Suluh Rimbo tersebut. “Suluh Rimbo menjadi solusi alternatif bagi kami di pengembangan perekonomian rakyat SAD yang mana melibatkan banyak pihak. Tentunya, di setiap pengelolaan kebun yang disebutkan melibatkan secara langsung penduduk kami,” ujar Tumenggung Grip.
Grip menuturkan, sejak 2023 warga SAD dari kelompoknya mulai menyetorkan sereh wangi. Menurutnya Suku Anak Dalam mau menyumbangkan sereh wangi di area lahan taman nasional sebagai obat penangkal nyamuk, serangga, juga beruk yang dimaksud mengganggu flora pangan mereka. Adapun sisa panen akan dijual ke Berkah Sereh Wangi (BSW) binaan Hendri Sumasto pada Desa Pematang Kabau.
PT SAL juga mengupayakan pemasaran produk-produk olahan serai wangi oleh BSW seperti sabun cuci piring, minyak gosok, kemudian pewangi lantai agar menciptakan rantai pasok bagi UMKM juga warga SAD. Hasil transaksi jual beli ada yang mana diberikan secara tunai atau di bentuk bantuan rutin ke warga SAD di upaya Perilaku Hidup Bersih Optimal (PHBS).

