Apakah Anda Pernah Tahu Ban Bata? Berikut Sejarah Panjangnya
LAUSANNE – Sepatu merek Bata kemungkinan besar Anda telah tahu, namun jikalau ban Bata, apakah anda pernah mendengarnya. Iya dahulu ada ban Bata.
Bata Corporation (Baťa di tempat Republik Ceko kemudian Slovakia) adalah produsen kemudian pengecer alas kaki, pakaian serta aksesoris fesyen multinasional yang tersebut berasal dari Moravia (sekarang dikenal sebagai Republik Ceko), juga berkantor pusat di dalam Lausanne, Swiss.
Bata adalah salah satu produsen sepatu terkemuka pada dunia yang jual 150 jt pasang sepatu setiap tahunnya. Perusahaan ini miliki lebih tinggi dari 5.300 toko dalam lebih tinggi dari 70 negara di area lima benua dan juga 21 sarana produksi dalam 18 negara. Bata mempekerjakan lebih besar dari 32.000 orang di area seluruh dunia.
Perusahaan ini sudah menjadi industri milik keluarga selama lebih tinggi dari 125 tahun, dan juga dibagi menjadi tiga unit bisnis: Bata, Bata Industrials (alas kaki keselamatan) serta AW Lab (gaya olahraga). Bata memegang portofolio untuk 20 merek lalu label, seperti Bata, North Star, Power, Bubblegummers, sprint, Weinbrenner, Sandak, lalu Toughees.
Perusahaan Sepatu T. & A. Baťa didirikan pada tanggal 21 September 1894 di dalam kota Zlín, Moravia, Austria-Hongaria (sekarang Republik Ceko), oleh tiga bersaudara: Tomáš Baťa, Antonín, dan juga Anna. Keluarga Baťa sudah menjadi pembuat sepatu selama beberapa generasi. Perusahaan mulai mempekerjakan 10 karyawan tetap memperlihatkan dengan jadwal kerja masih juga upah mingguan tetap.
Namun Tomáš menghadapi permasalahan keuangan segera pasca perusahaannya didirikan. Jadi beliau memutuskan untuk menjahit sepatu dari kanvas, bukanlah dari kulit, yang tersebut menjadi sangat populer. Perusahaan segera tumbuh menjadi 50 karyawan.
Tomáš juga terlibat menemukan teknik manufaktur baru kemudian terus memodernisasi pabriknya untuk produksi massal. Pada tahun 1912, Baťa mempekerjakan 1.500 pekerja penuh waktu, ditambah beberapa ratus lainnya yang bekerja dalam luar rumah mereka itu di tempat desa-desa tetangga.
Perusahaan yang dimaksud beruntung juga terus sukses ketika Perang Bumi I pecah pada tahun 1914, akibat mereka itu menerima perintah dari tentara. Faktanya, jumlah total pekerja batu bata meningkat 10 kali lipat antara tahun 1914 serta 1918.
Namun, Kekaisaran Austro-Hongaria pecah pasca perang, juga melahirkan Cekoslowakia (serta negara-negara Balkan lainnya). Mata uang negara baru yang dimaksud terdevaluasi sebesar 75%, permintaan hasil turun, produksi berkurang, dan juga pengangguran berada pada titik tertinggi sepanjang masa. Tomáš Baťa menanggapi krisis ini dengan memotong setengah biaya sepatu Bata.

