Boni Hargens: Siapa pun Kapolrinya Sejak 2014 hingga Hari Hal ini Pasti Dikritik Komunitas
JAKARTA – Analis kebijakan pemerintah kemudian intelijen Boni Hargens menyatakan situasi kebijakan pemerintah bergabung mempengaruhi pandangan masyarakat mengenai peran kemudian kinerja institusi Polri . Sebab, kepolisian merupakan pilar penting demokrasi.
“Dalam perkembangan situasi kebijakan pemerintah juga mempengaruhi pandangan publik. Saya kira siapa pun Kapolrinya sejak 2014 sampai hari ini pasti akan dikritik oleh masyarakat,” ujar Boni melalui YouTube Quotient TV, Selasa (25/2/2025).
Maka itu, apabila bicara apakah kinerja Polri sudah ada maksimal, ia menegaskan hingga ketika ini tidak ada ada standar pengukuran apa pun yang mana dapat menilai kinerja suatu institusi.
“Jadi apakah kinerja Polri telah optimal, pertanyaan balik dari saya apakah ada institusi di dalam negara ini dan juga dalam semua negara punya kinerja optimal atau maksimal dengan standar pengukuran apa pun yang mana kita pakai? Saya kira hampir tidak ada ada,” katanya.
“Setiap institusi pasti ada kemajuan, ada kelambanan, ada hal yang mana stagnan, ada hal terobosan yang digunakan mengejutkan. Dan Polri menurut saya suka atau tidak ada dengan segala proses jatuh bangunnya sudah ada mengalami kemajuan yang mana luar biasa dari tahun 1998 sampai hari ini,” sambungnya.
Dia tak menampik ketika ini institusi Polri sempat tercoreng pada mata publik. Namun, Boni juga memohonkan untuk seluruh warga untuk meninjau lebih lanjut luas kinerja kepolisian. Jangan akibat perbuatan negatif dari satu oknum menghasilkan satu institusi Polri jelek apalagi menyoroti kepemimpinan Kapolri.
“Karena itu tindakan oknum maka perlu ada pembenaran. Saya setuju bahwa leadership punya pengaruh besar di seluruh proses manajemen juga implementasi sebuah kinerja institusi. Tapi pada persoalan hukum yang muncul ini mayoritas menurut saya bersifat parsial ya, bersifat situasional, maka ini lebih lanjut dibebankan untuk oknum,” ujar Boni.
Dia justru mengapresiasi kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang mana berani menciptakan suatu terobosan yang tersebut menciptakan institusi Polri semakin lebih besar baik di dalam mata publik.
“Pak Listyo Sigit saya kira sejak awal beliau bagus ketika mengusung satu pendekatan dari common law yaitu restorative justice yang memang benar juga sudah ada ada pada tradisi hukum pidana Indonesia, terobosan melalui restorative justice itu sesuatu hal yang mengejutkan dulu di area awal,” katanya.
“Karena pendekatan itu kan bukan belaka di konteks persoalan hukum pidana yang mana ditangani tapi juga teristimewa memperbaiki hubungan negara lalu publik dalam masa lalu. Kita tahu bahwa ada luka dalam antara hubungan publik dengan negara teristimewa institusi kepolisian,” tambahnya.

