China ingatkan Negeri Paman Sam tidak ada gunakan isu fentanil untuk menekan
Beijing – China mengingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa rakyat dalam Negeri Tirai Bambu itu bukan akan pernah gentar dengan intimidasi atau pun perundungan oleh siapa pun.
Menekan, memaksa, atau mengancam bukanlah cara yang tepat untuk menjalin hubungan dengan China, kemudian memberikan tekanan maksimum untuk China merupakan pendekatan yang salah sasaran serta salah perhitungan, kata Jubir Kementerian Luar Negeri China Lin Jian, Selasa, ketika mengomentari pengenaan tarif tambahan Negeri Paman Sam terhadap impor China, sembari mengutip isu fentanil sebagai dalih dan juga China pun sudah berulang kali membantahnya.
"Sah juga diperlukan bagi China untuk mengambil tindakan balasan guna mempertahankan hak lalu kepentingannya," ujarnya.
Menurut dia, akar pemicu isu fentanil terletak dalam Amerika Serikat sendiri.
"Didasari oleh semangat kemanusiaan lalu persahabatan kami dengan penduduk AS, kami mengambil langkah tegas untuk membantu Negeri Paman Sam pada responsnya terhadap isu fentanil. Hal ini jelas dikarenakan seluruh warga dan juga orang-orang dari berbagai sektor di tempat Negeri Paman Sam telah lama mengucapkan terima kasih terhadap China pada berbagai kesempatan," tutur Lin.
"Alih-alih mengakui upaya kami, Negeri Paman Sam justru menjelek-jelekkan lalu melimpahkan kesalahan terhadap China, kemudian menekan dan juga memeras China lewat kenaikan tarif. Mereka menghukum kami oleh sebab itu sudah pernah membantu mereka," imbuh Lin.
Jika Negeri Paman Sam benar-benar ingin menyelesaikan isu fentanil, dia harus berpegang teguh pada prinsip kesetaraan, rasa saling menghormati, serta saling menguntungkan, dan juga terlibat di konsultasi dengan China untuk mengatasi perasaan khawatir satu mirip lain, kata Lin.
"Jika Negeri Paman Sam miliki rencana lain di benaknya juga bersikeras melancarkan konflik tarif, peperangan dagang, atau peperangan apa pun, China tidak ada akan bergeming lalu siap memberikan respons," kata Lin.
"Kami menyerukan untuk Amerika Serikat agar berhenti bersikap arogan lalu segera kembali ke jalur dialog serta kerja serupa yang digunakan tepat," kata Lin.

