H-4 Libur Nataru, Penumpang Penyeberangan Jawa ke Bali Turun 26%
JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatatkan data realisasi penumpangpenyeberangan dari Jawa ke Bali di tempat H-4 libur Natal serta Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 mencapai 17.743 orang. Angka ini turun 26% dibandingkan periode yang dimaksud sebanding tahun lalu, yakni 24.098 orang.
Untuk realisasi kendaraan roda dua yang mana sudah menyeberang menyentuh 1.583 unit atau naik 7% dibandingkan realisasi tahun lalu, yaitu 1.483 unit. Kendaraan roda empat 538 unit atau turun 79% dibandingkan realisasi periode yang tersebut sejenis 2023, 2.585 unit.
Total seluruh kendaraan tercatat 4.355 unit yang mana telah terjadi menyeberang dari Jawa ke Bali pada H-4 atau turun 33% dibandingkan realisasi periode sejenis tahun lalu sebanyak 6.467 unit.
Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin memastikan, perusahaan telah mengoptimalkan sarana serta prasarana penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk yang mana menghubungkan Pulau Jawa juga Bali.
Di mana, perseroan telah lama melakukan berbagai persiapan dari sisi pelabuhan maupun armada kapal. Aksi ini untuk menghadapi lonjakan jumlah keseluruhan penumpang serta kendaraan pada Unit Ketapang – Gilimanuk.
“Kami memproyeksikan adanya peningkatan arus hingga 20 persen untuk penumpang atau sekitar 1,2 jt orang, peningkatan trip hingga 13% menjadi 8.816 trip. Dan lonjakan jumlah total kendaraan hingga 20% atau mencapai 320.787 unit di tempat lintas Ketapang – Gilimanuk,” ujar Shelvy di keterangan resmi, Mingguan (22/12/2024).
Untuk mengantisipasi hal ini, ASDP telah lama meningkatkan Dermaga Ponton menjadi Dermaga MB di area Pelabuhan Gilimanuk yang mampu melayani kapal berkapasitas 5.000 GRT. Selain itu, diadakan penataan lahan bulusan di tempat Banyuwangi untuk memisahkan kendaraan truk kemudian penumpang yang tersebut menggunakan layanan LCM Ketapang.
ASDP juga sudah pernah mengimplementasikan pengalihan jalur Ketapang-Lembar melalui Pelabuhan Jangkar di tempat Situbondo yang melayani tujuan Lombok. Langkah ini diambil untuk menurunkan kepadatan kendaraan truk pada Pelabuhan Ketapang.
ASDP juga berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) untuk mengatur jadwal keberangkatan kapal yang mana lebih banyak efektif lalu mengoptimalkan skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) guna mempercepat rotasi kapal.

