Heboh! Induk TikTok Sedang Kumpulkan Angka Besar-besaran, Ada Apa?
CHINA – ByteDance, perusahaan induk TikTok yang dimaksud berbasis di dalam China, tampaknya ingin mengejar ketertinggalan di perlombaan Artificial Intelligence (AI) generatif.
Mereka baru sekadar meluncurkan web crawler atau scraper bot sendiri yang dimaksud dijuluki Bytespider pada April 2024 silam, menurut riset dari Kasada, perusahaan yang berspesialisasi pada manajemen bot. Keberadaan bot ini juga dikonfirmasi oleh Dark Visitors, yang memantau aktivitas scraper bot.
Bytespider: Scraper Paling Agresif di tempat Internet
Riset menunjukkan bahwa Bytespider dengan cepat menjadi salah satu scraper paling agresif pada internet. Mesin yang disebutkan menghimpun data dengan kecepatan yang dimaksud jarak jauh melampaui perusahaan besar lainnya, seperti Google, Meta, Amazon, OpenAI, lalu Anthropic, yang mana juga menggunakan scraper bot untuk merancang juga meningkatkan model bahasa besar atau model multimodal mereka (LLM/LMM).
“Sejak Bytespider muncul, ia telah terjadi menghimpun data dengan kecepatan sekitar 25 kali lipat dari GPTbot, yang mana mengakumulasi data untuk jaringan Pengolah Bahasa Alami GPT Open Artificial Intelligence lalu model-model dasarnya,” beber Sam Crowther, direktur utama Kasada.
Bytespider juga mengoleksi data dengan kecepatan 3.000 kali lipat dari ClaudeBot (Anthropic), yang mengoperasikan wadah Claude.
Aktivitas Scraping Meningkat
Menurut Kasada, Bytespider menjadi semakin agresif di mengakumulasi data. Informasi menunjukkan lonjakan besar pada aktivitas scraping dari Bytespider selama enam minggu terakhir.
Kontroversi Web Scraping
Web scraping telah lama ada selama beberapa dekade, khususnya dilaksanakan oleh mesin pencari untuk mengakumulasi tautan ke halaman web. Namun, kebangkitan alat Kecerdasan Buatan generatif telah dilakukan menambahkan dimensi baru dan juga menjadikan praktik ini sumber gugatan serta kontroversi.
Individu kemudian organisasi yang tersebut karyanya diambil berpendapat bahwa hak cipta merek dilanggar pada proses tersebut.
Semua model yang dimaksud mendasari alat Kecerdasan Buatan generatif dilatih dengan beberapa besar data online, yang digunakan pada dasarnya adalah semua yang dimaksud tersedia dalam web, khususnya informasi tertulis. Korporasi teknologi menggunakan scraper bot untuk menyalin semua itu secara gratis serta memasukkannya ke di set data mereka.
ByteDance Mengejar Ketertinggalan
Tahun lalu, ByteDance dilaporkan sangat tertinggal di perlombaan Teknologi AI generatif sehingga mereka menggunakan OpenAI untuk membantu memulai pembangunan LLM ByteDance sendiri, yang digunakan bertentangan dengan ketentuan layanan OpenAI.
Awal tahun ini, ByteDance merilis LLM berbasis chat yang digunakan disebut Duabo, tetapi pengembangan model itu sudah pernah selesai sebelum akumulasi data pelatihan yang tersebut tambahan baru yang dimaksud dikumpulkan oleh Bytespider.
LLM Baru kemudian Fungsi Pencarian TikTok
Menurut sumber internal perusahaan , ByteDance sedang mengembangkan LLM baru. Salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan fungsi pencarian di area TikTok.
Minggu lalu, TikTok merilis pembaruan untuk fungsi pencariannya yang tersebut berfokus pada kata kunci untuk iklan, yang mana pada dasarnya memungkinkan pengiklan untuk mencari kata-kata yang mana sedang tren di dalam TikTok secara real-time.
Hal ini memungkinkan pemasar untuk menghasilkan iklan dengan kata kunci yang tersebut relevan yang digunakan seharusnya membantu iklan yang dimaksud muncul dalam layar lebih lanjut berbagai pengguna.
Model Kecerdasan Buatan baru dengan data tentang tren lalu topik internet terbaru dapat memperluas juga meningkatkan lingkungan pencarian TikTok lebih besar lanjut.
“Mengingat audiens serta jumlah total penggunaan, TikTok dengan lingkungan pencarian yang dimaksud benar-benar dapat ditawar dengan kata kunci serta topik, itu akan sangat menarik bagi sejumlah orang yang menghabiskan sejumlah bujet dengan Google pada waktu ini,” tulisseorangsumber.

