Inilah Harapan Baru Rencana Penggabungan Honda juga Nissan
TOKYO – Honda Motor Co. siap melanjutkan pembicaraan merger dengan Nissan Motor Co. untuk membentuk produsen otomotif terbesar keempat di dalam dunia, dengan ketentuan Chief Executive Officer (CEO) Nissan, Makoto Uchida, mengundurkan diri.
Kedua perusahaan tersebut, yang tersebut merupakan produsen otomotif terbesar kedua juga ketiga di tempat Negeri Sakura pasca Toyota Motor Corp., sebelumnya sudah mengadakan pembicaraan untuk membentuk sebuah perusahaan.
Langkah ini ditujukan untuk mengatasi kekurangan model hibrida dalam lingkungan ekonomi Amerika Serikat lalu persaingan ketat dari produsen lokal dalam China, yang mana sudah pernah menyebabkan penurunan pendapatan Nissan.
Namun, pembicaraan terhentikan minggu lalu akibat perbedaan pendapat mengenai struktur merger, dengan Honda mengusulkan agar Nissan menjadi anak perusahaannya—proposal yang digunakan ditolak Nissan.
Selain itu, ada ketegangan antara pimpinan Nissan Makoto Uchida juga pimpinan Honda Toshihiro Mibe, menyusul ketidakpuasan terhadap laju restrukturisasi Nissan.
Uchida sekarang menghadapi tekanan untuk mengundurkan diri pada pertengahan 2025, menyusul kritik dari anggota komite Nissan lalu mitra mereka, Renault.
Nissan, yang digunakan sedang berjuang dengan utang, kemungkinan besar mempertimbangkan mitra lain seperti Foxconn atau kelompok ekuitas swasta untuk dukungan keuangan.
Meskipun Honda belum mengumumkan tawaran pengambilalihan paksa, perusahaan telah lama menyatakan kesediaannya untuk melanjutkan pembicaraan merger jikalau terjadi inovasi pada kepemimpinan Nissan.
Langkah ini mencerminkan tekanan yang dihadapi oleh produsen otomotif tradisional di beradaptasi dengan dinamika lapangan usaha yang berubah, khususnya dengan munculnya produsen kendaraan listrik dari China.

