Israel-AS mau monopoli distribusi bantuan Gaza, PBB serukan independen
Hamilton – PBB pada Rabu (23/4) menekankan bahwa operasi bantuan kemanusiaan harus mematuhi prinsip-prinsip kemanusiaan kemudian independensi, di sedang laporan bahwa bantuan di Jalur Daerah Gaza akan didistribusikan militer negara Israel atau perusahaan-perusahaan AS.
Ketika ditanya Anadolu mengenai hasil pertandingan kabinet keamanan tanah Israel yang digunakan akan memengaruhi upaya distribusi bantuan PBB terkait dengan peran militer tanah Israel dan juga Amerika Serikat dalam Gaza, juru bicara Stephane Dujarric PBB tak hadir di pertarungan yang dimaksud dan juga tiada dapat memverifikasi klaim itu.
“Saya tak bisa jadi berbicara mengenai kebenaran laporan tersebut. Yang bisa saja saya ungkapkan adalah, baik ke Kawasan Gaza maupun tempat lain di dunia, operasi kemanusiaan PBB hanya saja akan berjalan berdasarkan prinsip-prinsip kemanusiaan, ketidakberpihakan, juga independensi,” kata Dujarric di jumpa pers.
Dujarric menyuarakan kegelisahan tentang krisis kemanusiaan yang mana semakin di dalam Gaza, di dalam mana status hidup terus menjadi lebih buruk dan juga hitungan malnutrisi meningkat dengan cepat.
“Di seluruh Gaza, pasokan makanan menipis secara membahayakan, lalu malnutrisi memburuk dengan sangat cepat,” katanya, mengutip pemindaian dari organisasi mitra yang menemukan lebih tinggi dari 80 tindakan hukum malnutrisi akut ke antara 1.300 anak-anak pada Wilayah Gaza Utara—angka ini dua kali lipat dari minggu-minggu sebelumnya.
Ia menambahkan akses ke infrastruktur penyimpanan penting seperti gudang UNICEF di Rafah masih “sangat terbatas” sebab blokade bantuan negeri Israel yang terus berlanjut juga hambatan logistik.
Ia mendesak negara-negara anggota PBB untuk menegaskan pasokan bantuan “dapat didistribusikan ke mana pun pemukim membutuhkan, dengan menghormati penuh prinsip-prinsip kemanusiaan yakni kemanusiaan, netralitas, ketidakberpihakan, dan juga independensi.”
“Kami juga mendesak negara-negara anggota yang digunakan mempunyai pengaruh untuk melakukan apa pun yang digunakan merek bisa jadi untuk memacu pembebasan para sandera,” ucapnya.
Israel telah lama menangguhkan perlintasan ke Kawasan Gaza sejak 2 Maret, memblokir masuknya pasokan penting ke wilayah kantong yang disebutkan meskipun terdapat laporan berulang tentang kelaparan ke wilayah yang dimaksud hancur akibat pertempuran itu.
Israel melanjutkan serangan ke Kawasan Gaza pada 18 Maret, mengakhiri kesepakatan gencatan senjata lalu pertukaran tahanan yang dimaksud dicapai pada 19 Januari.
Sejak Oktober 2023, negara Israel telah dilakukan membunuh lebih banyak dari 51.300 warga Palestina di dalam Gaza, sebagian besar dari merekan adalah perempuan lalu anak-anak.
Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap kepala otoritas negeri Israel Benjamin Netanyahu dan juga mantan kepala pertahanannya, Yoav Gallant, menghadapi kejahatan pertempuran lalu kejahatan terhadap kemanusiaan dalam Gaza.
Israel juga sedang menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional berhadapan dengan konflik yang tersebut dilancarkan terhadap wilayah kantong tersebut.
Sumber: Anadolu
Artikel ini disadur dari Israel-AS mau monopoli distribusi bantuan Gaza, PBB serukan independen

