Ketenteraman Uni Eropa Bisa Hancur Tanpa Bekingan Negeri Paman Sam
BRUSSELS – Para pemimpin Uni Eropa khawatir bahwa arsitektur keamanan pasca-Perang Bumi II mampu hancur kapan cuma tanpa dukungan Amerika Serikat (AS).
Itu diungkap majalah Politico, mengutip pejabat Eropa yang digunakan mengetahui situasi yang dimaksud mendekati pertemuan puncak penting dalam Brussels.
Rasa ketidakpastian kemudian pesimisme di tempat antara para pendukung tanah Ukraina pada Eropa semakin meningkat sejak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan menghentikan semua pengiriman senjata ke Kyiv pada hari Senin.
“Pengeluaran pertahanan menjadi biaya tetap,” kata pribadi diplomat Eropa untuk Politico, yang tersebut dilansir Kamis (6/3/2025).
“Kita telah terjadi mematikan matahari lalu sekarang kita perlu membayar setiap hari untuk pemanas. Setiap hari Anda perlu membayar amunisi, setidaknya selama beberapa tahun, hingga Trump meninggal,” ujarnya.
Pejabat tinggi dalam Uni Eropa, Inggris, lalu negeri Ukraina sebelumnya menyatakan frustrasi pasca Trump meluncurkan pembicaraan segera dengan Rusia kemudian secara terbuka mencaci-maki Presiden negeri Ukraina Volodymyr Zelensky, yang disebutnya sebagai “seorang diktator”.
Menurut laporan Politico, beberapa pejabat dari negara-negara anggota Uni Eropa khawatir bahwa respons blok yang dimaksud terhadap Trump bisa jadi menjadi sangat salah.
Para diplomat juga dilaporkan mempunyai kegelisahan bahwa sekelompok pemimpin pro-Rusia yang dipimpin oleh Pertama Menteri Hongaria Viktor Orban mampu menggagalkan dukungan untuk Ukraina.
Orban, dan juga Utama Menteri Slovakia Robert Fico, telah dilakukan mendesak Brussels untuk menghentikan bantuan militer tanpa aturan ke negeri Ukraina demi menemukan solusi diplomatik.

