Ketentuan Trading Halt, Bursa Saham Bisa Kena Suspensi Jika Turun 15%
JAKARTA – Tekanan jual penanam modal menyebabkan Ukuran Harga Saham Gabungan ( IHSG ) ambruk lebih banyak dari 6% pada perdagangan, Selasa (18/3/2025). Pada penutupan sesi pertama, IHSG jatuh 6,12% ke 6.076,08.
Sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lalu Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah pernah memberlakukan pembekuan sementara ( trading halt ) pertama. Langkah trading halt diambil selama 30 menit perdagangan, kemudian dilanjutkan kembali.
Apabila market jatuh lebih lanjut dalam, trading halt lanjutan akan diambil. Trading halt kedua akan diambil apabila IHSG jatuh lebih tinggi dari 10%. Ini adalah sesuai aturan SK Direksi BEI No Kep-00024/BEI/03-2020.
Tindakan yang mana lebih tinggi tegas akan diambil apabila IHSG terus merosot hingga melebihi 15% di satu pembukaan perdagangan. Dalam kondisi tersebut, OJK menginstruksikan BEI untuk melakukan suspensi perdagangan saham (trading suspend).
Suspensi ini dapat berlangsung hingga akhir pembukaan perdagangan atau bahkan lebih banyak dari satu sesi, tergantung pada kebijakan yang dimaksud diambil pasca berkonsultasi dengan OJK.Sepanjang sejarah, kebijakan penghentian perdagangan dalam BEI pernah diberlakukan beberapa kali, khususnya ketika terjadi krisis keuangan global kemudian pandemi COVID-19.
Pada Maret 2020, BEI sempat beberapa kali menerapkan trading halt akibat anjloknya IHSG pada berada dalam kepanikan bursa terkait penyebaran virus corona.

