Kisah Petarung Mata Satu Sharabutdin Magomedov Kehilangan Matanya usai Operasi
Petarung UFC mata satu Sharabutdin Magomedov: Bagaimana beliau kehilangan mata kanannya pasca operasi mengerikan yang digunakan membuatnya tersiksa. Petarung mata satu kelas menengah yang mana tak terkalahkan, Sharabutdin Magomedov, akan kembali tampil pada laga yang digunakan ditunggu-tunggu akhir pekan ini, kickboxer penuh sensasi ini akan kembali ke menghadapi oktagon pada UFC Fight Night 250 di area Arab Saudi.
Sharabutdin Magomedov, 30 tahun, akan bertarung melawan atlet favorit para penggemar dan juga petarung jika Inggris, Michael ‘Venom’ Page. Atlet kickboxing yang dimaksud penuh sensasi ini telah lama lama menjadi perhatian para penggemar bela diri campuran, yang sejumlah dalam antaranya menyaksikannya beraksi di dalam negara asalnya, Rusia.
Namun, ia baru menjadi perhatian para penggemar olahraga ini pada waktu ia melakukan debut UFC pada Oktober 2023. Magomedov memasuki kelas menengah UFC yang tersebut penuh persaingan dengan tingkat kemenangan KO sebesar 90 persen, yang tersebut menimbulkan para penggemar bersemangat akan peluangnya dalam divisi ini. Ia memiliki rekor sempurna 4-0 dalam pada organisasi ini, meskipun semata-mata mempunyai satu mata.
Magomedov mengalami kehancuran parah pada mata kanannya pada awal kariernya serta menjalani DELAPAN operasi untuk mencoba menyelamatkannya. Ia kehilangan dua tahun kariernya ketika para dokter mencoba menyelamatkan matanya lalu mengatasi sedikit penglihatan yang mana tersisa.
Sayangnya, merekan tiada dapat kemudian harus mengangkat sebagian organ vital tersebut, ketika mengingat pengangkatan sebagian matanya, pria jika Dagestan itu berkata: “Sebelum operasi, saya sangat takut disuntik pada mata. Saya menonton video ini. Sangat bukan menyenangkan. Saya pikir itu adalah hal yang mana paling membosankan yang mana pernah ada,”kata Sharabutdin Magomedov.
“Dan ada operasi seperti itu ketika suntikan dalam mata harus dilakukan, dalam mana ia diangkat, sanggup dikatakan. Pada ketika ini, anestesi lokal diberikan, tetapi Anda merasakan semuanya, merekan menusuk [mata] dari dua atau tiga sisi. Tampaknya satu tusukan adalah kamera, kemudian dua tusukan lainnya adalah sesuatu yang digunakan harus dipompa, mengunggah sesuatu di area sana. Saya mengalami berbagai tahapan yang dimaksud berbeda, mata saya disiksa secara khusus,”paparnya.
Berusaha menyelamatkan penglihatannya harus dibayar mahal oleh Magamedov serta keluarganya, di sebuah wawancara dengan Athletistic, ia berkata: “Butuh berbagai uang. Namun pada waktu itu, saya berada dalam bawah asuhan orang tua saya. Saya menemukan diri saya pada situasi yang digunakan sulit – saya tidaklah berlatih selama dua tahun, saya tidaklah bertarung.”
Magomedov sempat berpikir untuk berhenti dari dunia tarung setelahnya operasi, namun ia menemukan kekuatan untuk membarui kariernya berkat orang-orang yang dimaksud dicintainya: “Anda dapat membagi seluruh karier saya menjadi ‘sebelum’ dan juga ‘setelah’ cedera ini. Namun pasca itu, saya mengakumulasi pikiran saya. Teman-teman saya percaya pada saya, dan juga semuanya baik-baik saja,”jelasnya.
Sebagian besar dokter menyarankan para petarung untuk berhenti berjuang pada waktu ada tanda-tanda permasalahan pada mata mereka, apalagi pasca mengalami pengangkatan sebagian mata, namun Magamedov secara sensasional diberikan izin untuk terus melakukan apa yang ia cintai. “Dokter mengatakan: hal terburuk yang tersebut dapat terjadi pada mata Anda telah terjadi terjadi,”katanya.

