Ojol Dilarang Isi BBM Pertalite, Ini adalah Bahayanya
JAKARTA – Pembatasan subsidi BBM untuk ojek online dinilai akan berdampak pada nilai permintaan barang meskipun akan datang ada bantuan sosial dari pemerintah.
Pengamat Kondisi Keuangan serta Daya Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Fahmy Radhi mengungkapkan kebijakan yang disebutkan serupa semata pemerintah mencabut subsidi BBM untuk ojol lalu akhirnya akan memicu inflasi.
“Larangan bagi ojol pakai BBM subsidi kebijakan blunder, identik hanya pemerintah mencabut subsidi BBM. Dampaknya, biaya operasional Ojol membengkak sehingga meninggikan tarif Ojol bagi konsumen, yang tersebut memicu inflasi,” kata Fahmy pada waktu dihubungi, Hari Jumat (29/11/2024).
“Tidak diragukan, kebijakan yang disebutkan semakin memperburuk daya beli kelas menengah ke bawah,” imbuhnya.
Ekonom ini juga menyinggung kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk membantu keberadaan penduduk Indonesia yang akan dieksekusi penuh pada tahun 2025. Hal ini menjadikan pernyataan Prabowo adalah kontradiktif perihal kebijakan larangan bagi ojol.
“Komitmen Prabowo untuk pro rakyat diragukan, belaka omon-omon saja, dengan kebijakan larangan Ojol pakai BBM Subsidi,” tegas Fahmy.
Namun, Fahmy menilai wacana pembatasan BBM subsidi bagi ojol ini tiada otomatis mempengaruhi target peningkatan pemerintah menuju 8 persen.
Fahmy menekankan, perkembangan dunia usaha akan dipengaruhi variabel lain, seperti investasi. Namun, jikalau ekonomi RI dibayangi oleh dampak konsumsi, kebijakan BBM ini akan menghambat ekonomi.
“Namun, kalau peningkatan kegiatan ekonomi mengandalkan lebih besar konsumsi, kebijakan BBM itu menghambat capaian peningkatan ekonomi,” ungkap Fahmy.

