Perkuat BRICS, China juga Rusia Tetap Bergandengan Tangan di dalam Tahun Baru 2025
JAKARTA – Menghadapi percepatan perubahan fundamental yang dimaksud belum pernah terlihat sebelumnya di satu abad terakhir serta lanskap internasional yang dimaksud bergejolak, China juga Rusia selalu bergerak maju bergandengan tangan di area sepanjang jalan. Baik di dalam di BRICS serta Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO).
“Kerja identik antara Beijing juga Ibu Kota Rusia berkontribusi secara signifikan terhadap solidaritas kemudian kerja sebanding pada antara Global South,” ucap Presiden China, Xi Jinping yang saling bertukar ucapan selamat Tahun Baru dengan mitranya dari Rusia Vladimir Putin.
“Persahabatan tetangga yang tersebut baik dan juga koordinasi strategis yang komprehensif antara kedua negara menyuntikkan peluang yang mana kuat ke pada konstruksi kemudian modernisasi … menjaga keadilan lalu keadilan internasional,” tambahnya.
Ditekankan juga oleh Xi Jinping bahwa kerja serupa China kemudian Rusia tak memiliki target pihak ketiga manapun. Dalam pesannya, Xi menyampaikan “harapan terbaiknya untuk Presiden Rusia dan juga rakyat Rusia,” kata Dewan Negara Republik Rakyat China di sebuah pernyataan.
Xi Jinping memberikan catatan bahwa tahun 2024 menandai peringatan keras 75 tahun hubungan diplomatik antara Kota Moskow lalu Beijing, yang tersebut “telah meningkat lebih besar matang kemudian stabil” selama periode intervensi.
Xi mencatat bahwa ia telah lama bertemu Presiden Rusia secara dengan segera sebanyak tiga kali serta mempertahankan kontak reguler pada sepanjang 2024. “Pertukaran pandangan yang digunakan jujur juga mencapai konsensus luas tentang hubungan bilateral dan juga isu-isu internasional juga regional utama yang digunakan menjadi perhatian bersama,” bebernya.
Pemimpin China itu juga menyatakan kesiapannya untuk memperdalam hubungan China-Rusia lebih besar jauh. Sementara, Kremlin mengatakanbahwa Xi termasuk pada antara 30 pemimpin asing yang mana sudah dikirimi salam oleh Kepala Negara Rusia mendekati Tahun Baru. Meski bukan diungkapkan isi arahan presiden Rusia yang disebutkan terhadap mitranya dari China.
Pejabat tinggi dari India, Brasil, Afrika Selatan, Hongaria, Venezuela, Vietnam, Korea Utara, Turki, kemudian Serbia juga menerima salam dari Putin, menurut Kremlin.

