Pilu Orang Tua Korban FA, Terpaksa Terima Uang Damai Rp300 Juta dari Anak Bos Prodia
JAKARTA – Keluarga korban FA (16) harus menghadapi kenyataan pahit pasca putri mereka tewas mengenaskan akibat kekerasan juga pelecehan. FA sebelumnya ditemukan tak bernyawa pada 24 April 2024 dalam sebuah kamar hotel di dalam Senopati, Ibukota Selatan.
Penyebab kematian korban diduga dicekoki narkoba dan juga diperkosa oleh dua pelaku, Arif Nugroho alias Bastian yang dimaksud belakangan diketahui merupakan anak dari bos Prodia dan juga Muhammad Bayu Hartanto.
Meskipun keadilan hukum belum sepenuhnya ditegakkan, orang tua korban terpaksa menerima uang damai sebesar Rp300 jt dari pihak keluarga pelaku.
Radiman, ayah korban FA, mengungkapkan perasaan terpaksa lalu beban yang tersebut beliau pikul pada dialog Rakyat Bersuara “Main Suap pada Kasus Pembunuhan” yang tersebut dipandu Aiman Witjaksono di area iNews, Selasa (4/2/2025).
“Sebenarnya, tanpa uang pun saya telah mengikhlaskan, mungkin saja ini telah jalannya anak saya. Tapi sebab saya punya cucu dari almarhum, saya harus memikirkan biaya hidupnya, seperti susu lalu pampers. Kami juga terlilit utang, jadi ya terpaksa menerima. Sebenarnya tak rela diberikan uang damai Rp300 jt itu, tapi tak ada yang mana menyuruh juga untuk menerima,” kata Radiman.
Sementara istri Radiman, Nuraeti yang dimaksud merupakan ibu FA juga merasakan dilema yang dimaksud sama. Dia mengaku bahwa awalnya keluarga korban tidak ada berniat menerima uang tersebut.
“Pertamanya, kami memang sebenarnya bukan menerima. Istri dituduh datang ke rumah pada waktu takziah, serta kami pun takut, oleh sebab itu belum pernah menerima uang sebesar itu. Dia bilang kita berkeluargaan saja, ia juga punya anak seusia cucu kami. Jadi saya merasa iba, meskipun hati ini sebenarnya bukan mau,” kata Nuraeti.
Nuraeti pun menegaskan bahwa tak ada orang tua yang mana mau menukar nyawa anaknya dengan uang. “Tapi keadaan yang tersebut menciptakan kami seperti ini. Mana ada orang tua yang tersebut mau menukar anaknya dengan uang?” pungkas Nuraeti sambil terisak.

