Truk ODOL: Bukan Hanya Pelanggaran, tapi Kejahatan Lalu Lintas yang digunakan Sebabkan Kecelakaan Maut
JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri sudah pernah memulai Operasi Keselamatan Lalu Lintas 2025 pada seluruh Indonesia, dengan salah satu target utama penindakan adalah truk Over Dimension Over Load (ODOL).
Truk ODOL, yang seringkali menjadi penyulut kecelakaan maut akibat rem blong atau tidak ada kuat menanjak, tidak ada belaka dianggap sebagai pelanggaran, tetapi juga sebagai kejahatan lalu lintas.
ODOL sebagai Kejahatan Lalu Lintas
Kakorlantas Polri, Brigjen Pol Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa kendaraan ODOL, khususnya yang mana over dimension, masuk pada ranah pidana. Modifikasi kendaraan yang dimaksud menambah masa berlaku atau memperbesar dimensi sangat berbahaya lalu dapat memicu kecelakaan lalu lintas. Hal ini sesuai dengan yang mana tertuang pada Pasal 277 Undang-Undang Lalu Lintas.
“Overload itu pelanggaran, sedangkan over dimensi adalah kejahatan lalu lintas yang dimaksud diatur pada Pasal 277 Undang-Undang Lalu Lintas. Modifikasi kendaraan yang dimaksud menambah masa berlaku atau memperbesar dimensi sangat berbahaya lalu mampu menyebabkan kecelakaan,” tegas Kakorlantas Agus.
Koordinasi Lintas Instansi
Korlantas Polri terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti Kementerian Perhubungan, Jasa Raharja, serta Jasa Marga, untuk menindak tegas pelanggaran truk ODOL. Penindakan hukum akan diadakan tanpa mengabaikan aspek ekonomi, namun keselamatan di area jalan tetap saja menjadi prioritas utama.
Pendekatan Preemtif serta Preventif
Selain penindakan hukum, Korlantas Polri juga mengedepankan pendekatan preemtif dan juga preventif melalui edukasi serta sosialisasi terhadap masyarakat. Salah satu upaya yang dimaksud diadakan adalah dengan menggerakkan dimasukkannya etika berlalu lintas ke di kurikulum institusi belajar sejak dini.
“Lalu lintas adalah cermin budaya bangsa. Jika sejak dini anak-anak telah memahami pentingnya tertib berlalu lintas, maka ke depannya kesadaran publik akan meningkat,” ujarKakorlantas.

