Utang Luar Negeri Rusia Sentuh Level Terendah sejak 2006, Turun Jadi Rp4.528 Ribu Miliar
MOSKOW – Utang pemerintah Rusia dan juga sektor swasta terhadap lembaga keuangan asing mengalami penurunan hingga di tempat bawah USD300 miliar untuk pertama kalinya sejak 2006. Laporan terbaru utang Rusia disampaikan oleh bank sentral pada hari Hari Jumat (11/10) kemarin.
Pada 1 Oktober, utang luar negeri Rusia mencapai bilangan bulat USD293,4 miliar (yang setara Rp4.528 triliun dengan kurs Rp15.432/USD) atau menyusut sebesar USD24,5 miliar yang mana setara dengan 7,7% sejak awal 2024, menurut sebuah pernyataan yang mana dikeluarkan oleh bank sentral.
Utang luar negeri adalah bagian dari utang nasional suatu negara yang dipinjam oleh pemerintah juga sektor swasta dari pemberi pinjaman luar negeri seperti bank, IMF, perusahaan asing kemudian kreditur lainnya.
“Dinamika ini dipengaruhi oleh pengurangan kewajiban sektor lain teristimewa pada pinjaman yang dimaksud dinaikkan, termasuk pada kerangka hubungan penanaman modal langsung,” bunyi pernyataan regulator.
Datanya menunjukkan bahwa pada kuartal ketiga tahun 2024, utang luar negeri turun sebesar USD8,5 miliar atau hampir 3%, teristimewa akibat penurunan kewajiban sektor riil.
Selain itu, sektor rakyat juga menurunkan kewajiban eksternalnya, sebesar USD1,3 miliar atau sebesar 4,2% per kuartal. Volume utang sektor ini berjumlah di area bawah USD31 miliar, untuk berada pada level minimum sejak akhir 2015.
Sementara itu sangat kontras, dimana sebaliknya pada bank sental lalu lembaga kredit justru meningkatkan utang merekan pada luar negeri hampir USD4 miliar. Angka itu setara 4,1% untuk periode Juli hingga September.
Sebagai informasi utang luar negeri Rusia pernah menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah, dengan besaran lebih besar dari USD700 miliar pada tahun 2014. Sejak ketika itu tren utang Rusia terus turun, khususnya lantaran sanksi Barat yang dijatuhkan berhadapan dengan reunifikasi Krimea dan juga pengunduran modal berikutnya oleh non-residen.
Kampanye sanksi baru yang dilancarkan oleh Barat terhadap Kota Moskow sejak 2022 semakin mempercepat penurunan utang luar negeri. Kementerian luar negeri Rusia mengatakan, pada bulan lalu utang nasional berada pada level “aman secara ekonomi” yakni dalam bawah 20% dari PDB, menempatkan Rusia pada antara negara-negara dengan level terendah.
Sebagai perbandingan, utang nasional Inggris baru-baru ini mencapai 100% dari output kegiatan ekonomi tahunan negara itu. Sedangkan utang Negeri Paman Sam melebihi 120% dari PDB, sementara Negeri Matahari Terbit tembus rekor 260%.

