Pemakaman Ray Sahetapy Diselimuti Suasana Haru, Tangis Keluarga Tak Terbendung
JAKARTA – Suasana penuh duka menyelimuti pemakaman Ray Sahetapy di dalam Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Ibukota Indonesia Selatan. Jenazah sang aktor senior itu dimakamkan pada Hari Jumat (4/4/2025) setelahnya sebelumnya disalatkan di tempat Masjid Istiqlal, Ibukota Pusat.
Tangis haru pecah dari keluarga kemudian pelayat pada waktu jenazah Ray Sahetapy tiba di area TPU Tanah Kusir. Ketiga putra sang akor, Rama, Surya, serta Raya Sahetapy turun secara langsung ke liang lahat untuk mengantar sang ayah ke peristirahatan terakhirnya.
Momen itu menjadi pemandangan yang tersebut menggugah emosi banyak pelayat yang dimaksud hadir. Tak lama pasca jenazah dimasukkan ke pada liang lahat, Rama selaku anak tertua, mengumandangkan azan pada telinga ayahnya untuk terakhir kalinya.

Foto/Ravie Mulia Wardani
Suara azan yang lirih namun khusyuk seketika menghasilkan suasana semakin pilu. Dewi Yull, mantan istri Ray dan juga ibu dari ketiga anaknya, tampak tak kuasa menahan tangis ketika ucapan takbir terdengar dari sang anak sulung.
Sejumlah artis juga rekan seprofesi turut hadir pada pemakaman tersebut, di tempat antaranya Rano Karno, Slamet Rahardjo, Dwi Yan, Tetty Liz Indriati, serta Olivia Zalianty. Mereka datang memberikan penghormatan terakhir bagi sosok yang dimaksud sudah pernah memberikan kontribusi besar bagi dunia seni peran Indonesia selama lebih besar dari empat dekade.
Ray Sahetapy meninggal dunia pada Selasa, 1 April 2025 pukul 21.04 WIB, di tempat usia 68 tahun. Ia berpulang pasca menjalani perawatan intensif akibat komplikasi penyakit yang tersebut meliputi diabetes, gangguan paru, kemudian stroke.
Kepergian Ray meninggalkan duka mendalam, tidaklah semata-mata bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia hiburan Tanah Air. Sosoknya dikenal sebagai aktor yang dimaksud konsisten, berdedikasi tinggi, dan juga mempunyai pengaruh besar pada perkembangan seni peran di tempat Indonesia baik di dalam panggung teater maupun layar lebar.

