Rosan Roeslani: Danantara Kunci Penting Wujudkan Pertumbuhan Perekonomian 8%
JAKARTA – Menteri Investasi/Kepala Badan Sinkronisasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengungkapkan pembangunan ekonomi mempunyai peran krusial di mewujudkan target perkembangan ekonomi Indonesia sebesar 8% pada 2029.
Badan Pengelola Invesasi (BPI) Danantara sebagai sovereign wealth fund (SWF) pemerintah diharapkan berkontribusi signifikan di merealisasikan target tersebut. Rosan mengutip estimasi Bappenas, bilangan pembangunan ekonomi nasional akan mencapai lebih tinggi dari Rp13.000 triliun, terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Foreign Direct Investment (FDA).
“Kalau kita lihat ini memang sebenarnya diharapkan pada tahun 2029 perkembangan perekonomian kita ini akan menjadi 8 persen, dengan pembangunan ekonomi yang tersebut diharapkan total terdiri dari Rp13 ribu triliun,” kata Rosan di IDX Channel Economic Insight 2025 bertema ‘Towards a New Era of Indonesia’s Sustainable & Inclusive Economic Growth,’ dilutip pada Hari Minggu (14/3/2025).
CEO Danantara ini menekankan pembangunan ekonomi merupakan kontributor terbesar kedua bagi perkembangan kegiatan ekonomi pasca konsumsi domestik, dengan porsi sekitar 28-29 persen. Oleh dikarenakan itu, akselerasi penanaman modal disebut menjadi kunci di mencapai target ambisius pemerintah.
Dalam konteks tersebut, Rosan menegaskan Danantara akan berperan sebagai mitra strategis bagi investor, baik dari di maupun luar negeri, guna meningkatkan kepercayaan lalu mengupayakan lebih lanjut berbagai modal masuk ke Indonesia. “Justru dengan adanya Danantara ini kita ingin mengundang para pengusaha perusahaan nasional, para pemodal luar untuk berinvestasi bersama-sama dengan kami,” jelasnya.
Selain itu, Rosan juga menggarisbawah proses pengolahan lebih lanjut kemudian energi baru terbarukan akan menjadi fokus utama penanaman modal yang tersebut didorong pemerintah. “Hilirisasi ini menyumbang kurang lebih tinggi 23-24 persen, dari total penanaman modal yang digunakan masuk ke Indonesia secara average,” ujarnya.

