Ruang Kelas Masa Depan Google Dorong Ekosistem Pembelajaran Berbasis Digital
JAKARTA – PT Supertone (SPC) lalu Google for Education meluncurkan Classroom of the Future atau ruang kelas masa depan di area Bitung, Tangerang. Ruang kelas masa depan ini diharapkan dapat mengupayakan biosfer pembelajaran berbasis digital, yang tersebut tambahan efektif dan juga inklusif bagi semua siswa kemudian guru.
“Saya yakin ruang kelas masa depan ini akan mampu mengupayakan keinginan akses lembaga pendidikan bagi semua, sebagaimana yang mana sudah digariskan oleh Kementerian Pendidikan Dasar kemudian Menengah,” ujar Direktur Pendidikan Khusus lalu Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar juga Menengah (Kemendikdasmen), Saryadi diambil pada Mingguan (15/3/2025).
Dia berharap ruang kelas masa depan yang dimaksud dilengkapi berbagai perangkat digital berbasis solusi dari Google mampu menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah di dalam Indonesia yang ingin mengintegrasikan teknologi ke di pembelajaran.
Melalui ruang kelas masa depan, siswa akan mendapatkan pengalaman belajar yang mana dinamis juga menarik. Bagi para guru, konsep ini bisa jadi menyederhanakan pengerjaan tugas para pendidik, dengan memanfaatkan sistem ekologi komoditas SPC dan juga Google for Education yang mana terintegrasi lalu berbasis pembelajaran digital.
Saryadi menuturkan, ruang kelas masa depan adalah bukti teknologi sebagai tulang punggung pendidikan. Mulai dari papan digital hingga layar sentuh, semuanya tiada cuma berfungsi sebagai alat, tetapi juga menjadi jembatan menuju dunia pengetahuan dan juga eksplorasi tanpa batas. Saryadi mengungkapkan bahwa teknologi tidak semata-mata tentang kemajuan, tetapi juga masalah aktor utama di pendidikan, yaitu guru.
“Saya berharap teknologi dapat menjadi enabler. Guru akan semakin berdaya, lebih banyak berkualitas di melakukan konfirmasi bahwa anak-anak kita mempunyai pengetahuan lalu kompetensi yang digunakan akan menjadi dasar bagi masa depan mereka. Saya membayangkan bahwa ruang kelas masa depan adalah ruang yang tersebut dinamis kemudian interaktif yang tersebut dapat beradaptasi dengan keperluan masing-masing siswa,” kata dia.

