Meghan Markle Kembali Buat Pangeran William Marah, Ulahnya Tak Habis-habis
JAKARTA – Meghan Markle dikabarkan menimbulkan Pangeran William marah kembali dengan langkah terbarunya. Calon Raja Inggris itu tidaklah senang dengan tindakan Meghan yang mana disebut-sebut kembali meniru gaya ikonik mendiang Putri Diana.
Sejak menikah dengan Pangeran Harry, Meghan Markle banyak dibandingkan dengan Putri Diana, baik dari segi gaya berpakaian maupun sikapnya terhadap media serta Keluarga Kerajaan. Namun, laporan terbaru menyampaikan bahwa perempuan 43 tahun itu secara spesifik meniru pilihan busana Diana, yang dianggap mengganggu perasaan Pangeran William .
Menurut sumber pada kerajaan yang disitir New Idea, tindakan Meghan kemungkinan besar tidak hal paling kontroversial yang dimaksud ia lakukan terhadap Keluarga Kerajaan. Tetapi, bagi William, ini adalah hambatan yang dimaksud menyentuh perasaan terdalamnya.
“William memang benar memiliki sifat pemarah juga sangat protektif terhadap kenangan ibunya. Tidak mengherankan apabila ia menjadi sangat sensitif terhadap siapa pun yang mana mencoba mereplikasi gaya Diana,” kata sumber tersebut.

Foto/Getty Images
Dilansir dari Geo TV, Kamis (6/3/2024), Pangeran Wales disebut semata-mata berharap adik iparnya itu, dari semua orang, tidaklah ikut-ikutan menghidupkan kembali kenangan tentang mendiang ibunya yang digunakan meninggal dikarenakan kecelakaan tragis pada Paris.
Menurut laporan dari Daily Express, perempuan 43 tahun itu sebelumnya mengklaim bahwa ia tidaklah tahu banyak tentang Keluarga Kerajaan sebelum menikah dengan Harry. Namun, catatan masyarakat menunjukkan bahwa sejak 2012, ia telah dilakukan berkali-kali meniru penampilan kemudian gaya busana yang identik dengan Diana.
Baru-baru ini, ibu dua anak itu kembali menjadi unsur pembicaraan pasca terlihat mengenakan jumper Northwestern yang mana baru dibeli, mirip dengan yang dimaksud pernah dikenakan Diana pada 1995.
Sweater itu sebelumnya diberikan untuk Diana sebagai bentuk penghormatan pasca ia berhasil mengoleksi dana lebih tinggi dari USD1 jt atau Rp16 miliar untuk sebuah pusat kanker.

